Recent Posts

LGBT, Budaya Indonesia Dan Lintas Gender Kebudayaan Indonesia Yang Hampir Punah

LGBT, budaya Indonesia dan lintas gender

Allow, selamat malam, artikel ini akan dibahas tentang kebudayaan indonesia yang hampir punah LGBT, budaya Indonesia dan lintas gender simak selengkapnya 

tradisiHak tempat foto Getty
Image caption Beberapa keelokan di Indonesia mengenal peran lin gender.

Berita-berita di Indonesia belakangan ini diramaikan dengan berbagai hal soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) bagai adanya kelompok yang mendukung ataupun menentang mereka.

LGBT, budaya Indonesia dan lintas gender

Indonesia aktual secara kultural memiliki berbagai budaya ataupun budaya yang membawa keberadaan gender atau model genitalia selain laki dan perempuan.

Suku Bugis yang berasal dari Sulawesi Selatan, mengenal lima model genitalia yaitu lelaki, perempuan, calalai ataupun perempuan yang benyai gemulai bagai perempuan, calabai ataupun perempuan yang tomboi bagai laki dan bissu, seorang yang bukan laki dan bukan pula perempuan.

Hak tempat foto Getty
Image caption Seorang anggota wayang anak buah alang bersiap-siap menjelang pementasan.

Bissu merupakan seorang yang androgini, bersifat ataupun terlihat bagai perempuan meskipun laki-laki, jelas Irwan Hidayana, antropolog dari Universitas Indonesia.

"Kalau dari studi yang ada, penelitian yang pernah sedia akan keragaman gender di Bugis ini, mereka aktual memang diterima, akibat mereka diakui, termakbul sebagai bagian dari masyarakat Bugis," papar Irwan.

LGBT, budaya Indonesia dan lintas gender

Selain suku Bugis, beberapa suku lainnya lagi mengenal peran yang lin gender.

Hak tempat foto Agus Widodo
Image caption Agus Widodo saat menari dansa Lengger Lanang.

"Misalnya di konteks keelokan tarian dikenal dansa Lengger Lanang dari Banyumas, di mana laki menari sebagai peran perempuan. Lalu sedia ludruk dari Jawa Timur, drama konvensional kuno itu, sering kali sedia peran-peran yang cross-gender.

Wayang orang

"Bahkan di di wayang anak buah di Jawa itu lagi biasa. Arjuna apabila di Wayang Orang itu bisa sahaja diperankan akibat perempuan akibat Arjuna itu halus, tutur katanya lembut dan segala macam," jelas Irwan.

Agus Widodo, seorang bedaya yang dari tarikh 2003 terbiasa melakonkan dansa Lengger Lanang mengaku bahwa masa ini kian berlimpah perempuan yang menampilkan dansa tersebut.

Hak tempat foto Agus Widodo
Image caption Agus Widodo berambisi alat melestarikan budaya Indonesia.

Justru akibat itu, katanya, ia akan terus berusaha mementaskannya.

"Saya jatuh cinta akibat gemar melestarikan kebudayaan Jawa yang hampir punah, akibat remaja sekarang sudah berlimpah yang tak peduli dengan kebudayaan Jawa, lebih-lebih Lengger, segala apa berulang cowok. Saya berusaha buat meneruskan Lengger supaya tak punah," menyiah Agus.

Lalu, bagaimana pendapatnya mengenai maraknya diskriminasi atas LGBT?

"Miris, sedih dan bingung lagi marah. Bisa-bisa hanya akibat (gelombang kebencian terhadap) LGBT, seni Lengger Lanang hilang, sementara itu LGBT kan lagi manusia yang memegang benar buat menentukan hidupnya," tutur artis tersebut.

Sekian penjelasan perihal LGBT, budaya Indonesia dan lintas gender semoga info ini berfaedah salam

tulisan ini diposting pada tag kebudayaan indonesia yang hampir punah, kesenian tradisional indonesia yang hampir punah, budaya indonesia yang hampir punah, , tanggal 18-09-2019, di kutip dari https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160224_indonesia_bissu_gender

Disqus Comments

Popular Post